KISAH PEMUDA YG BERTAKWA
Dec 23
Uncategorized No Comments
Seorang pemuda yang dulunya pernah studi di benua Eropa bercerita bahwa ketika dia masih di sana, ada seorang laki-laki ‘Bule’ masuk Islam. Setelah masuk Islam, kondisinya berubah, dia benar-benar serius dan antusias sekali menjalankan syari’at Islam secara kaffah (menyeluruh). Bahkan dia dengan bangga menampakkan keislamannya dan membangga-banggakannya di hadapan orang-orang kafir tanpa malu atau ragu-ragu sedikitpun, sekalipun tanpa momen. Yang jelas, dia selalu antusias untuk itu.
Dia menceritakan bahwa suatu hari, pada salah satu perusahaan milik orang kafir tercantum pengumuman lowongan kerja. Dia bergegas untuk melamar dengan penuh kebanggaan kepada agama barunya ini. Dia harus menghadiri interview dan bersaing untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. Tatkala interview dimulai, panitia khusus penerimaan karyawan baru pada perusahaan tersebut mengajukan beberapa pertanyaan yang diantaranya, “Apakah kamu minum khamar?.” Si muslim yang bangga akan keislamannya ini menjawab, “Saya tidak meminum khamar sebab saya ini orang Islam dan agama saya melarang hal itu.”
Lalu panitia bertanya lagi, “Apakah kamu punya teman kencan wanita?. “Tidak, sebab agama Islam yang saya anut ini mengharamkan saya melakukan itu dan hanya membatasi hubungan saya dengan isteri yang saya nikahi sesuai dengan syari’at Allah Ta’ala saja, ” jawabnya lagi. Setelah itu diapun keluar dari ruangan dengan rona wajah setengah putus asa. Dia tidak yakin akan lulus dalam interview tersebut. Namun ternyata hasilnya amat mencengangkan. Semua peserta interview yang demikian banyak tersebut, tidak satupun yang lulus. Hanya dia saja yang lulus. Oleh karena itu, dia segera menghadap panitia tersebut sembari bertanya-tanya, “Saya sebenarnya menunggu-nunggu penolakan kalian terhadap saya dalam pekerjaan ini. Soalnya saya tidak sepaham dengan agama kalian dan telah memeluk Islam, akan tetapi saya malah terperanjat, kok saya bisa diterima padahal banyak sekali saudara-saudara kalian yang sesama agama Nashrani juga ikut interview bersama saya. Sebenarnya, ada apa sih?.”, tanyanya.
Panitia tersebut memberikan alasannya, “Sesungguhnya calon pegawai untuk pekerjaan ini syaratnya harus orang yang sigap dalam segala kondisi dan ingatannya harus sehat. Sedangkan orang yang meminum khamar, tidak mungkin memenuhi persyaratan ini. Kami memang sedang menunggu-nunggu diantara sekian banyak pelamar tersebut, siapa diantara mereka yang tidak meminum khamar. Namun karena hanya anda yang memenuhi persyaratan tersebut, maka kami menjatuhkan pilihan pada anda untuk job ini. ”
Sungguh, apa lagi hal yang dapat mencegah seorang Muslim untuk berbohong, memanipulasi atau bermain dengan kata-kata?…Tentu, tidak lain adalah ketakwaannya. Maka, tidak ada lain berkah yang diberikan Allah kepada orang-orang yang bertakwa selain kemudahan dan rizki yang tidak disangka-sangka. Allah Yg Maha Benar telah berfirman :
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.Dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.. (QS. 65:2)
(Diambil dari buku “Kisah-kisah Iman “, karya ‘Adil bin Muhammad al-’Abdul ‘Aliy, h.31-32)
RSS
Melihat tingkat kesibukan masyarakat yang sangat tinggi diluar kebiasaannya Ummul Mukminin ‘Aisyah bertanya : “Apa yang telah terjadi di kota Madinah…?” Mendapat jawaban, bahwa kafilah ‘Abdurrahman bin ‘Auf baru datang dari Syam membawa barang-barang dagangannya. Ummul Mukminin berkata : “Kafilah yang telah menyebabkan semua kesibukan ini?” “Benar, ya Ummul Mukminin .. karena ada 700 kendaraan..!” Ummul Mukminin menggeleng-gelengkan kepalanya, sembari melayangkan pandangannya jauh menembus, seolah-olah hendak mengingat-ingat kejadian yang pernah dilihat atau ucapan yang pernah didengarnya. Beliau berkata : “Ingat..aku pernah mendengar Rasulullah bersabda : “Kulihat Abdurrahman bin ‘Auf masuk syurga dengan perlahan-lahan!” Sebagian shahabat menyampaikan perkataan ‘Aisyah kepadanya, maka ia pun teringat sering mendengar kalimat itu dari Rasulullah , dan sebelum tali-temali perniagaan dilepaskan diarahkannya langkah mantap menuju rumah Ummul Mukminin lalu berkata kepadanya : “Anda telah mengingatkan saya perkataan kekasih kita yang tak pernah saya lupakan. Dengan ini saya berharap dengan sangat anda menjadi saksi bahwa kafilah ini dengan semua muatannya berikut kendaraan dan perlengkapannya saya persembahkan di jalan Allah ‘Azza wa Jalla ..!” Maka dibagikannyalah seluruh muatan 700 kendaraan itu kepada semua penduduk Madinah dan sekitarnya sebagai perbuatan baik yang maha besar. Peristiwa yang satu ini saja cukuplah untuk menggambarkan kesempurnaan iman shahabat Rasulullah Abdurrahman bin Auf. Dialah pengusaha yang berhasil, keberhasilan yang paling besar dan sempurna. Dialah Milyuner yang sukses dunia akhirat, kekayaan yang paling banyak dan melimpah ruah…! Dia lah mukmin yang bijaksana, yang tak sudi kehilangan syurga akhiratnya hanya karena dunia yang sedikit, tak rela tertinggal dari kafilah iman bersama Rasulullah hanya karena kesibukan duniawi. Itulah Milyuner kita Abdurrahman bin Auf .
